Ketangkap Be Pe, Yusro Sewa Album Ayu Ting-ting

Setelah rombongan sekamar yang baru saja mandi, namain aja geng baru mandi, geng baru mandi tersebut kepergok sama pak Be Pe namanya pak Bobi, pak Bobi memerintahkan geng belum mandi yang baru cuci muka saja (cimuk) itu untuk masuk ke ruang Be Pe,
Akan tetapi ucapan pak Bobi itu disanggah oleh salah satu teman Alie yang ia terkenal tua-tua keladinya yaitu Yusro.
“Pak, jangan masuk keruang be pe pak!”, kata Yusro.
“Kamu maunya apa?”,
“Masuk kelas pak?”, ujarnya lagi.
“Nggak… nggak, sana cepat masuk kantor be pe”, teriak pak Bobi.
“Nggaklah pak!, mendingan kita nyanyiin tembangannya si ayu ting ting yang judulnya pengemis cinta pak!”, balasan si Yusro setengah jerit.
“Dih… nggak!”, jawab teman-teman geng belum mandi dengan serempak.
“Yusro, kamu kamu nyanyi cepat!, ambil meja lalu duduki, di tengah halaman sekolah!”, perintah pak Bobi.
“Ya pak!,
Karena Yusro orangnya… bukan orang sih aslinya, karena sudah terkenal nggak punya kemaluan rak nduwe isin layaknya ABG tua (tua-tua keladi) seperti yang ku katakan tadi.
Yusro ambil meja dan menaruhnya didepan halaman sekolah juga mendudukinya, sementara teman-teman 1 gengnya lebih memilih untuk menonton Yusro yang agak waras itu.
“Woy, teman-teman… lihat sini ada kakeknya ayu ting-ting!”, teriak Alie yang baru saja memasuki barisan tersangka yang akan disidang diruang Be Pe.
“Ada Embahnya Ayu ting-ting!, woy!”, teriak teman-teman geng belum mandi lainya.
Lalu tidak lama kemudian suara ayu ting-ting jadi-jadian itu menggembor, terdengar sangat merdu (merusak dunia).
“Aku bukan pengemis cinta…,,,”.

Suaranya dapat memancing banyak siswa yang sedang mengikuti KBM, seluruh siswa tidak ada yang tidak melihat yusro nyanyi, memang yusro dapat memancing perhatian, karena prilakunya bukan suaranya yang sangat-sangat rusak, karena prilakunya yang sangat aneh yang jarang untuk ditemukan.
Setelah 1 lagu pengemis cintadinyanyikan, banyak siswa yang memberikan … selayaknya request lagu, akan tetapi karena guru be pe menyuruhnya untuk masuk kelas. Yusropun menuruti untuk masuk kelas.
“Wah, pasti pak Bobi yang malu sendiri ya… punya murid kaya yusro, yang soo confident!”, kata Dori.
“Nggak punya rai pisan!”, kata Alie.

“Ya sudahlah kita masuk kantor yu…!”, ajak ulil salah satu rekan geng belum mandi.
“Yuk, rha!”, ucap momon salah satu rekan geng belum mandi juga.

Semua anggota geng belum mandi berjumlah 7 siswa yang karakternya saling melengkapi, akan tetapi yang akan masuk kantor be pe hanya berjumlah 6 ekor karena yang satu, Dori sudah lolos duluan.

Adegan Awal Film MiSs JuDi

Memang, mereka menempat di pondok pesantren Al Hikmah 2 sehingga segala kebutuhanya kurang terfasilitasi, pondok pesantren adalah tempat tempat yang paling tepat untuk mencari ilmu pada tahun 2011 ini, karena belum tentu sekolah di sekolahan yang formal sana juga mengampu ilmu agamanya dengan baik, dapat memikul agama mereka dengan menggenggan rasa taqwa kepada Allah SWT.
Kring… kring… bel berbunyi, pertanda jam kegiatan megajar kelas 2 Alie beserta kawan-kawan yang masih asyik antree mandi, tidak menghiraukanya.
“Li, cepat! Sudah jam berapa tuh, bel juga sudah berbunyi!”, ujar Dori.
“Biasa saja…, tadi aku sudah menjadwal dan menaruh buku-buku pelajaran hari ini dikelas”, ucap Alie setelah ditanya Dori teman sekelasnya.
“Li, bagaimana caranya?, toh kelas masih di gunakan oleh kelas tigaan o ya?”, Tanya Dori Kembali.
“Ya andalin tuh anak kelas tigaan, aku sudah nitipkan bukuku sejak pagi tadi, ketika kelas tiga awal berangkat sekolah”, jawab Alie.
“Oh… berarti gitu ya…, tapi Li, kalau besok aku mau nitip buku ntar aku titipin kekamu dulu ya… ntar sekalian titipin ke client mu”, pinta Dori.
“Walah!, kamu tuh mikir mbok pake otak, jangan pake gigi, pintaanmu itu atos kaya gigi”.
Suasana hening,
“Nggak mau lah, ntar para client ku pada kabur gara-gara nitip buku nggak kira-kira”, lanjut Alie.
Pintu kamar mandi tempat alie antree itu terbuka, dan orang yang tadi ditunggu alie akhirnyapun keluar, akan tetapi ada suatu keanehan, tiba-tiba ada sosok pejaka yang terlihat lari terbirit-birit sambil menyebut nama “Alie… Lie iki Lie”.
Awalnya Ali tak pedulikan siapa dia, akan tetapi suara dan rengekan itu semakin dekat dan akhirnya sebelum Alie masuk kemar mandi itu, pejaka yang tadi nyebut-nyebut namanya itu tiba tepat didepan pintu kamar mandi yang tadi alie mau masuk.
Setelah alie mengetahui bahwa itu pejaka alias tukang jualan siomay yang kerap disebut bang kumis karena kumisnya yang panjangnya sepuluh cm.
“Bang, mau ngapain?” , Tanya Alie sambil menyetop langkah bang Kumis yang hendak mendahuluinya.
“Nggak tahan dek!”, jawab singkat darinya.
“Percuma bang nggak ada gayung didalam, mau cebok pake apa? Mau Nyebur tah?”, goda Alie sembari meledek tukang siomay itu.
“Cepat nih!, ntar siomaynya wis gratis plus telor”, tawar bang Kumis.
“Yang bener bang!, yak… yak bang? Bang… ntar ya… jangan bo’ong”, crewet Alie sambil membolik-balikan arah pundak bang siomay, yang tadinya menghadap ke kamar mandi balik membokongi kamar mandi dan kembali berhadapan kekamar mandi tersebut.
Dan Alie mnerima tawaran tukang siomay itu, “bang, yang lama nggak papa kok!”, aku nggak mau mandi ntar aja setelah pulang sekolah sebelum makan siomay geratisan.
Setelah baru saja bang kumis melegakan nafasnya seraya melepas sarung atlasnya dan menyampirkan ke tiang yang ada disamping kamar mandi, 5 dari kamar mandi disekeliling bang kumis sudah pada selesai semua. Alie pun sudah menghilangkan jejak karena bercita untuk mandi sebelum makan siomay nanti.
Lima menit kemudian…
Bang kumis yang tadinya kocar-kacir terbirit-birit 99,9% menahan tea aa one dari grobaknya jauh sana, lalu disambut rasa lega 100% setelah mengeluarkan tea aa one setelah jongkok menghadap kearah utara, namun kini rasa kocar-kacir kembali datang malah-malah bertambah payah sehingga keprhatinan yang sangat prihatin itu memuncak lagi hingga 199%, toh karena tidak ada satu gayungpun disekitarnya.
Bagaimana mau cebok?, gayung juga nggak ada!, dan ditambah tiada seorangpun yang lewat.
Nggak tahu tuh, bagaimana nasib penjual siomay yang apes, apakah bang kumis akan nyebur?, lihat saja reportase nya di malhikdau.sch.id. tentunya kalau ada beritanya bakal jadi gemboran santri wilayah Al Hikmah donk!.